Anda Harus Gunakan Aplikasi Ini Saat Banjir

This image has an empty alt attribute; its file name is Screenshot-36.png

Ketika musim hujan turun adalah hal yang di tunggu-tunggu setelah lama anda merasakan musim kemarau yang Panjang. Di sebagian wilayah di Indonesia sangat rentang terjadi banjir yaitu DKI Jakarta.

Saat ini banyak orang yang sangat resah bila banjir mulai dating. Segala aktivitas pun dapat terhalang. Karena permasalahan inilah ada beberapa aplikasi yang dapat membantu kamu dalm menghadapi banjir yang dapat meresahkan.

Melihat kondisi seperti ini tentunya semua lapisan masyarakat terutama warga Jabodetabek terus melakukan waspada. Khawatir jika curah hujan yang terus menerus seperti saat ini akan membuat banyak wilayah kediaman mereka terus akan digenangi oleh air.

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk kamu bisa memantau banjir, salah satunya dengan menggunakan aplikasi yang bisa sebagai pemantau banjir. Seperti pada namanya, yaitu aplikasi yang dapat memantau banjir ini ditunjukkan untuk memantau berapa banyak jumlah debit air di sekitar kawasan Jakarta.

Tentunya hal ini akan sangat berguna bagi warga wilayah Jakarta dan sekitarnya. Dengan menggunakan aplikasi ini kamu bisa mengetahui seberapa parah banjir yang ada di kawasan tersebut. Seperti apa aplikasinya??

Yuk kita simak bersama

  1. PetaBencana.id.

PetaBencana.id bisa menjadi sebuah pegangan untuk kamu untuk mendapatkan sebuah informasi mengenai titik-titik banjir  yang adadi Jakarta dan sebagai tempat lainnya yang dapat berdampak banjir. Dalam salah satu situsnya dapat  dikatakan bahwa PetaBencana.id merupakan proyek yang dilaksanakan oleh Yayasan Peta Bencana sebagai seuah platform gratis dan terbuka untuk manajemen bencana di beberapa kota-kota besar Asia Tenggara dan Selatan. PetaBencana.id memanfaatkan kicauan realtime dari media sosial menjadi sebuah informasi yang penting bagi warga.

2. Pantau Banjir.

Pantau Banjir merupakan salah satu aplikasi yang dapat dikembangkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Aplikasi ini juga berfungsi untuk dapat mengetahui informasi ketinggian air, kondisi siaga ketinggian di pintu air, kondisi siaga ketinggian di sebuah pos pengamatan, dan kondisi pompa air yang sedang beroperasi.

Kamu bisa menginstal beberapa aplikasi ini di smartphone Android milik kamu. Jika kamu bisa membuka aplikasi ini maka kamu akan mendapatkan sebuah informasi mengenai banjir, sesuai dengan tanggal dan juga kalender. Pada halaman muka aplikasi pengguna langsung dapat untuk melihat laporan-laporan wilayah yang terdampak banjir.

Selanjutnya kamu menemukan sebuah menu pintu air yang mana jika dibuka, akan memperlihatkan sejumlah pintu air di daerah Jakarta beserta statusnya. Kemudian ada menu Pos Pengamatan yang dapat menyajikan berbagai pos pengamatan beserta status debit air yang diamati. Menu selanjutnya yaitu Pompa Air di wilayah Jakarta. Pompa Air dapat menampilkan jumlah pompa, jumlah pompa yang bisa beroperasi, dan berapa yang akan disiagakan.

3. Google Maps.

Untuk selanjutnya kamu bisa menggunakan aplikasi peta yang ada di setiap smartphone Android. Kamu bisa memanfaatkan aplikasi yang ini untuk dapat  mengetahui kondisi jalanan yang ada di suatu wilayah. Pasalnya, ketika dibuka, Google Maps bakal memberitahukan informasi ke pengguna mana wilayah jalanan yang akan ditutup karena ada banjir.

Misalnya, pada pengguna bias saja membuka peta untuk dapat melihat wilayah di sekitar Ancol, Jakarta Utara, melakukan zoom pada peta, dan melihat jalanan mana yang akan ditutup karena banjir. Lewat aplikasi Google Maps, pengguna juga dapat memberikan informasi kepada pengguna yang lainnya, apakah sebuah jalan masih ditutup atau sudah bias untuk dilewati.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan informasi kepada masyarakat mengenai prakiraan cuaca ekstrem yang berada di wilayah Indonesia.

Dalam unggahannya BMKG menyebutkan bahwa di sejumlah wilayah Indonesia masih banyak mengalami cuaca ekstream. Kondisi tersebut dapat dipicu karena adanya beberapa sebuah fenomena atmosfer skala regional hingga lokal, yakni aktifnya Monsun Asia yang dapat menyebabkan terjadinya sebuah peningkatan pasokan massa udara basah di wilayah Indonesia, terbentuknya sebuah pola konvergensi dan terjadinya bentuk perlambatan kecepatan angin yang ada di beberapa wilayah.

Demikian karena suhu permukaan laut di sekitar wilayah perairan yang cukup hangat sehingga dapat menambah pasokan uap air yang cukup tinggi untuk mendukung pembentukan awan hujan, serta dapat diperkuat dengan adanya fenomena gelombang atmosfer (Equatorial Rossby Wave dan Kelvin Wave) yang sangat signifikan di beberapa sekitar wilayah Indonesia.

Berdasarkan kondisi itu, sejumlah bagian wilayah Indonesia yang diperkirakan akan mengalami cuaca yang ekstream, yakni dengan intensitas curah hujan lebat yang dapat disertai dengan adanya kilat/petir dan angin kencang hingga sepekan kedepan.

BMKG juga menjelaskan bahwa di beberapa wilayah di Indonesia yang terdampak cuaca ekstream.

Melihat kondisi cuaca seperti demikian, BMKG mulai mengimbau agar masyarakat selalu waspada dan tetap berhati-hati.

Masyarakat di anjurkan untuk tetap  selalu terus untuk bisa waspada dan juga berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan dari hujan ektrem seperti banjir dan juga tanah longsor, banjir bandang, genangan air, angin kencang, pohon tumbang, serta jalan licin.